Thursday, 12 September 2013

Sang Mimpi 1


Aku bahagia melihatnya ...
Matanya yang hitam bening itu, bagai menggambarkan kecerdasannya.
Tak pernah sedikitpun dalam diriku, ada rasa bosan memandangnya.
Yang ada, rasa suka yang luar biasa.
Mimpi itu, telah menjadi nyata dalam hidupku.
Ya! Dia puteri impianku. Sang Mimpi itu telah hadir.
Dan, kehadirannya dalam hidupku, bagai mimpi yang menjadi kenyataan. 

Peluk cium buat anakku tersayang : Marchia Diandra Gusti



Satu minggu setelah foto ini, usianya genap tiga bulan. Sayang foto-foto semasa baru lahir tidak tersimpan dengan baik.  

Sang Mimpi itu lahir pada jam 11.45 siang, pada hari sabtu di bulan maret tahun 2009.










She is the apple of my eye, I will do everything to make her happy .


Mata bening nan tajam itu, bagai isyarat Tuhan akan kelimpahan karunia cerdas yang dia miliki.

Ya, Si Mimpi itu, kini telah benar-benar nyata.The dream come true. Baby ... we love you!



Love,
Mommy

Tuesday, 26 July 2011

Buku "Aku terlahir 500 gr (gram) dan buta"

Membaca buku aku terlahir 500 gr (gram ) dan buta karya Miyuki Inoue sangat memberikan "arti yang berbeda" dalam melihat cara pandang "perlakuan" orang tua terhadap anaknya. Dibuku ini kita diajak sedikit membenci tokoh si "ibu" yang notabenenya adalah "sungguh" sebuah perlakuan yang "luar biasa" untuk "masa depan" anaknya, untuk lebih detailnya saya sertakan sinopsis buku tersebut.Ini sinopsinya,


SINOPSIS BUKU - Aku terlahir 500gr (gram) dan Buta
Ibu, air matamu adalah kehidupanku dan kata-katamu adalah masa depanku. Beratku hanya 500 gram waktu dilahirkan. Dokter yang bekerja di rumah sakit tempatku dilahirkan bercerita bahwa ibu tidak bisa mendengarkan penjelasannya karena matanya sudah dibanjiri air mata melihatku yang begitu kecil.
Kelima jariku sebesar korek api. Kepalaku sebesar telur. Pinggulku sebesar jari kelingking orang dewasa. Selama tujuh bulan aku dibesarkan dalam inkubator di rumah sakti. Ibu setiap hari menengokku, tidak peduli apakah saat itu sedang turun hujan dan salju, bahkan ibu datang tanpa membawa payung. Ibu selalu mengajak bicara dan membelai kepalaku. Jika ibu memberikan jarinya, aku segera meraih dan menggenggamnya.


Ibu, bunga Miyuki yang kau sirami setiap hari dengan cinta dan kasih sayangmu sekarang sudah beranjak dewasa. Aku bangga mempunyai seorang ibu yang keras dan selalu tegar. Jika ibu dulu mendidikku dengan "lembek" pastilah aku tidak bisa seperti sekarang ini.
Sekarang aku ingin ibu bisa mengalirkan air mata bahagia. Air mata bahagia yang terus mengalir sampai tidak bisa berhenti. Akan tiba saatnya waktu impianku itu bisa tercapai. 

RESENSI TERKINI - Aku terlahir 500gr (gram) dan Buta